Marauder’s Map
Someone told me.. That I just need a marauder’s map..
But i think I don’t need it anymore.. ^^
changes
udah lama banget ga nulis,, apalagi buka2 facebook.. :p
serasa mengasingkan diri dari dunia maya,, selain banyak hal terlewat begitu saja.. yang terlalu biasa saja,, dan juga ga menarik2 amat buat ditulis dikanvas abu2 ini,,
sebentar main kemasa lalu,, kerumah mereka yang sempat jadi tempat favorit buat dolanan…ada yang sdh 2 tahun hiatus ga balik2, ada juga yang rumahnya sama sekali ga bs dikunjungi lagi *sedih*,, ada juga yang ternyata punya kabar dan cerita baru
roda terus berputar..jam dinding terus berdetak..nadi terus berdenyut ~ life must go on.. and changes is a must,,
*beberapa sudah mulai terlihat jelas senyumnya…
*
trus gimana dengan rayya’s house…
perempuan “LUPUS” itupun kembali kepada pemiliknya…
Innalillahi wainna ilahi rojiun ~ setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati
pada episode yang lalu,, secuil pengalaman sempat tertuang di ruang abu2 ini… “LUPUS” Yang Tak Lucu
dan kemarin tepatnya tanggal 17 Juni pukul 13.30, telah berpulang ke rahmatullah kembali pada pemiliknya..mba qu tersayang,,
dan akhirnya… penyakit itu jualah,, yang telah setia menemani selama kurang lebih 2 tahun… yang menghantarkannya kembali kepada sang pemilik
seperti ada ruang kosong didada ini, hampa…sudah tidak bisa berucap lagi,, tapi memang inilah jalan kehidupan mba qu.. baru 2 minggu menikmati masa bersama suami tercinta yang baru saja kembali dari pendidikkan… dan sang pencipta pun memanggilnya..
Tertuang doa untuk mba qu sayang,,
Semoga Allah swt hapuskan dosa2 melalui penyakitnya
Menerima segala amal kebaikannya didunia
Melapangkan kuburnya
dan Menempatkannya di tempat terbaik disisi Allah swt… Allahumma Amin
betapa dekatnya kita dengan kematian..bisa saja esok giliran ku, atau mungkin giliran mu..hanya tinggal menunggu waktunya tiba..
wallahu’alam
rainbow
Sore itu hujan baru saja turun mengguyur perkampungan nelayan kumuh didaerah muara angke,,
Seorang gadis kecil terduduk diatas pasir hitam basah, kepalanya menengadah memandang kelangit biru. matanya menerawang, pikirannya terbang entah kemana..
Sesaat kedua mata gadis itu terbelalak menangkap bayang diatas sana..diantara langit biru.. Lengkung setengah lingkaran tujuh warna terbentang menghias bagai bando cantik seorang gadis mungil
Matanya berbinar2, seolah baru saja melihat mainan baru yang tak pernah ia miliki sebelumnya.
Tangan nila terangkat keudara,, berusaha menggapai pelangi itu.. Namun hanya udara kosong yang diraihnya..
Dalam hati gadis kecil itu berkata, suatu saat nanti aku akan bisa menggapainya..seperti mimpi2 qu,,
Kemudian gadis kecil itu tersenyum sumringah…senyum terlebar yg pernah menghias perkampungan nelayan itu…
i am nothing
rasa meluap dari dasar tak berujung, sadar setiap peristiwa hanya terjadi atas seizinNYA
bak pupet kayu bergerak atas dayaNYA, tak kan sanggup jika terlepas dari sang pemilik
tanpaNYA qita bukan apa-apa…
~ kembali dari kebisuan – ditemani rintik hujan ~





