winter’s blues

April 25, 2010 at 12:17 am (corat-coret)

Tangis itu hadir tanpa air mata..

hanya jerit tak terdengar, dalam diam yang membekukan, dalam hening yang menusuk..

sakitnya menembus batas tak berdasar..

4 Comments

  1. nakjaDimande said,

    ini pasti dari jendela kantor
    cantik ray..

    iya bund.. sunset after rain..🙂

    dan apabila gambar itu harus mewakili kepedihan
    bundo sudah merasakannya.
    sampai ke batas tak berdasar.

    semoga pedih itu segera hilang terbawa derasnya hujan..

    [Selamat malam sweetie, bu2 gih..]

    met malem juga bundo cay… sweet dreams.. ^,^
    *rayya lagi begadang nunggu hujan meteor niy… heheh

  2. sunarnosahlan said,

    terasa muram atau senja?

    ~~~***~~~
    terasa kelabu pak,,

  3. Hanif said,

    sehabis hujan nih. hm…

    ~~~***~~~
    yap,, suasana berawan dgn titik hujan menghias dibalik jendela..🙂

  4. kawanlama95 said,

    keren banget loh , singkat tapi sangat berkesan. bikin lagi puisi kek gini. ditunggu ya

    ~~~***~~~
    whaha.. terbang niy tulisannya dibilang keren.. :p
    inspirasinya jarang2 mampir bang,, jadi rada susah buat bikin yang kaya begitu lagi… xixixi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: