Just Another Though

April 25, 2009 at 6:27 am (Cerita Qu, corat-coret)

Tiap kali lewat lorong menuju mushola atau toilet,, qu pasti meyempatkan diri berhenti di sisi jendela… melihat keluasnya langit yang tak berbatas… merasakan nyamannya menjadi gumpalan2 awan yang tertiup angin,, begitu pasrah ikut kemanapun arah angin bertiup… kemanapun sang pencipta membawa…

karena dengan melihat indah ciptaanNya,,, rasa syukur kan bertambah… rasa berserah diri kan menancap tajam dikedalaman jiwa…

setelah itu qu coba melihat kebawah,,, rasanya seperti tersedot ingin melompat… tapi tentunya hanya di angan… (pingin ngerasain bunnge jumping walo cuma sekali seumur hidup… hehehehe)

dari atas semua tampak kecil,,, semakin tinggi kita berada semakin terlihat kecil mereka yang di bawah…

siapa mereka,, gak kenal tu’… banyak… tak terhitung…,,, dengan aktifitasnya masing2… ada yang polisi,, supir angkot,, pejalan kaki,, supir,, pedagang asongan,, preman,, tukang palak… pokoknya banyak… bercampur baur.. jadi satu diatas bumi yang semakin menua ini..

“kira2 apa ya.. yang sedang mereka pikirkan… rasakan… dan lakukan dibawah sana…???”

**pikiran aneh, yang sebenernya ga penting untuk dipikirin :p**

Lalu perhatian qu teralih ke seseorang yang sedang tidur2 an diatas rumput dibawah rindangnya bayang2 pepohonan,, dekat lapangan parkir…

“mungkin seorang supir yang sedang melepas lelah,,, menunggu tugas berikutnya dari sang majikan… enak ya,,, bisa tidur2an bersantai di tengah siang bolong…”

loh ko’… kenapa qu malah iri dengan posisinya sekarang… belum tentu qu bisa survive bila berada diposisinya… siap menyetir semalaman tanpa berhenti bila ada tugas mendadak… atau malah tak ada libur sabtu dan minggu karena bos punya segudang acara yang padat…

setelah itu,,, qu alihkan mata ke sederetan mobil di jalan…n than lewat lah sebuah “Toyota Land Cruiser” keluaran terbaru yang kabarnya harganya mencapai 1/2 m.. wuzzzz… wuufff…. anginnya sampe berasa **yang ini rada lebay**

“hummm… kapan yah bisa punya mobil kaya begitu… ”  hwehehehe ya ampyuun… kerja berpuluh2 tahun juga belon tentu bisa beli yang kaya begituan… ngimpi.. ngimpi… :p

qira2 siapa ya yang duduk didalamnya,, seorang miliarderkah.. anaknya, istrinya, atau sanak keluarga sang miliarder… entahlah… oW..,, atau malah  seorang supir yang sedang menjemput majikannya…???

lah… ko’ balik lagi ke  mang supir ya…

Hehehe… itu artinya supaya bisa berhela2 ditengah siang bolong diatas rerumputan dan rindangnya pepohonan,,, plus mengendarai Toyota Land Cruiser… qu mesti ganti profesi downk… hufff… tak pikir2 lagi d… :p

***

Bukankah semua mahluk hidup telah  diciptakan dengan porsinya masing2,, hanya mereka yang bersyukurlah  yang beruntung dan merasakan kebahagiaan sejati… ada saatnya dimana sesuatu yang kita anggap baik buat kita belum tentu baik dimata Allah… atau mungkin,, saatnya yang belum tepat dan masih tertunda… jadi tunggulah dengan hati yang sabar dan ikhlas berserah diri pada-Nya…  dengan tetap terus berikhtiar…🙂

9 Comments

  1. sunarnosahlan said,

    pandang memandang itulah dunia, semoga tidak melenakan

    ~~~***~~~
    iya pak,, semoga hikmah yang didapat🙂

  2. achoey said,

    ini nasihat buat A juga kan🙂

    ~~~***~~~
    buat semua yang sudi membaca tulisan ini😀
    termasuk rayya yang sering terlena saat memandang…

  3. nakjaDimande said,

    tak kan lama Rayya..
    hanya sebentar saja waktumu untuk memandang
    dan merasakan semua ingin itu..

    semua tak kan lama…

  4. rizoa said,

    sebuah pelajaran berharga….😀

  5. yanti said,

    OOO… sedang ada diantara “hutan beton” ya….

  6. Ersis Warmansyah Abbas said,

    Menyentuh dan membelajrkan. Trims

  7. just 'azzam said,

    Bersabarlah coz kesabaran berbuah manis loh. Msh ada 170 hr lg khan!? *sotoy mode: ON*

  8. wanti annurria said,

    @ bundo
    memandang terlalu lama,, bisa memabukkan ya bundo… heheheh…
    tapi jujur raya tdk t’lalu menginginkan kemewahan itu,,, kec. bungge jumpingnya😀
    krn buat rayya – ni’mat adalah ujian yang sebenarnya –

    @rizoa
    termakasih karena rizoa sudah sudi membaca tulisan ini…🙂 dan alhamdulillah jika masih t’dpt pelajaran didalamnya…

    @mba yanti
    yaps,, hutan beton yang menurut raya lukisan indah penuh kepalsuan,,, karena berdiri di pondasi yang rapuh…
    saat yang paling qu suka berdiri diketinggian,,, membuat diri merasa bukan siapa2… kecil… diantara titik2 yang terlihat dibawah sana..🙂

    @pak ersis
    terimakasih pak,, commentnya membuat raya terbang melayang… ^^
    *jarang2 tulisan rayya dipuji seperti ini*

    @pak azzam
    setuju bgt,,,
    haaoo… ikut menghitung to’… rayya saja sudah lupa menghitung sampai mana.. :p
    *ternyata lebih mudah dilewati tanpa dihitung,,, sambil membayangkan yang indah2 ;)*

  9. Rayyan Sugangga said,

    Iya terkadang yang terlihat tidak seperti yang kita pikirkan. Berusaha terus bersyukur dengan apa yang kita peroleh saat ini, sulit memang karena terkadang kita tidak menyadari kenikmatan apa yang sudah kita peroleh (*)

    * Sotoy mode on juga😛

    ~~~***~~~
    yaps,, postingan ini sudah tersimpulkan dengan baik oleh mas rayyan..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: