Perjuangan Hidup…

March 6, 2009 at 8:27 am (corat-coret)

Hidup itu perjuangan…

Untuk pulang kerumah dari kantor yang biasa dilakukan setiap hari pun bisa menjadi sebuah perjuangan dan sekaligus pelajaran berharga buat raya…

jarak rumah – kantor yang biasa ditempuh 45 menit,

hari itu karena hujan dan macet m’jadi 2 jam p’jlnan… hiks… perjuangan banget… berdiri dempet2an dibusway… cuma bisa pegangan dan berdiri aja, kalau kaki diangkat sebentar, pas mo napak lagi dah ada kaki orang lain, dan mau ga mau jadi berdiri disatu kaki + jinjit2… hehehe… kesian ya…

setiap berhenti disalah satu halte, penumpang bukan berkurang tapi malah nambah.. karena perbandingan yang turun sama yang naik, banyakan yang naik… humpfhhhh…

hari itu kamis 5 maret… ada yang pingsan juga, sangking penuhnya karena kurang oksigen,,

sempet ngerasa bete, suebel, kesel, n gondok… rencananya yg mo pulang sebelum magribh  (udh keluar kantor dr jm 4.40) e… teteup nyampe rumah jam 7.00 malem…😦

tapi… ditengah perjalanan rasa keselnya ilang… pas ngeliat perjuangan hidup  seorang bapak tua yang ga sebanding sama perjuangan raya…

bapak tua itu  naik dari halte halimun, satu halte setelah dukuh atas… sebenernya kondisi busway yang penuh sesak ga mungkin lagi ditambah penumpang… tapi kenyataannya mereka akan tetep maksa masuk walau busway sudah full capacity…

kebetulan raya b’diri deket pintu masuk (posisi paling ga enak, karena tempat keluar masuk… tapi ga ada pilihan lain…)

bapak tua itu masuk didorong2 orang dari belakang,, padahal didalem sdh penuh… tiba2 bapak itu teriak karena tangannya kejepit pintu (kasian banget)… tapi dia bukannya marah2 sama orang yang ngedorong dari belakang, tapi malah ketawa dan bilang ke raya kalau tadi tangannya kejepit… raya cuma bisa bales dengan senyuman dan bergeser sedikit buat ngasih tempat ke bapak tua itu…

bisa diliat kalau bapak tua itu bukan orang jakarta, dari topi caping (petani) yang dia pakai, gelagatnya yang super ramah dan barang bawannya yang berat dan besar dibungkus karung… sepertinya bapak tua itu dari perjalanan panjang,, gurat wajahnya tersirat keletihan…

disaat kebetulan raya ngeliat kearah bapak tua itu, dia spontan senyum sambil mengangguk sedikit dan berkata “penuh ya…” bapak tua itu juga berusaha nyari pegangan dan berdiri ditempat yang tidak mengganggu raya… padahal disitu dah sempit banget…

pas di halte matraman… ada 2 orang anak UNJ yang berdiri dan memberikan bangkunya, bapak tua itu mempersilahkan raya duduk… tapi raya tolak, dan raya persilahkan supaya bapak tua itu saja yang duduk…

sebentar bapak tua itu diajak ngobrol sama anak UNJ yang memberikan bangkunya… kalau raya ga salah denger,, begini percakapannya…

UNJ: ” Bapak dari mana, mau kemana…?”

Bapak tua: ” Dari kampung nak?”

UNJ: “Sendiri pak?!”

Bapak tua: “iya,…(lanjutannya ga kedengeran)

UNJ: “Ga takut kesasar di Jakarta sendirian pak?”

Bapak tua: “InsyaAllah engga,, yang penting sayakan dah ikhtiar sekarang tinggal tawakal aja… semoga sampe tujuan selamet… InsyaAllah” sambil tersenyum

UNJ: “iya ya pak InsyaAllah…” membalas senyuman si Bapak tua…

Kurang lebih mungkin seperti itu percakapannya,, bukan bermaksud nguping loh… hehehe…

Setelah sampai di halte UNJ, 2 orang itu turun… dengan sebelumnya pamit dulu ke bapak tua itu,,, dan dijawab terimakasih oleh si Bapak tua…

ga lama Bapak tua itu bangun, dan memberikan bangkunya keseorang Ibu… padahal dia belum turun dan sampai tujuan loh… Subhanallah…

sampai dihalte Sunan Giri raya turun… sebelumnya sempet senyum juga ke Bapak tua itu…

Dari kejadian barusan raya jadi mikir, dengan sedikit cobaan berupa jalan macet dan pulang terlambat saja raya sudah mengeluh… bagaimana dengan bapak tua tadi yang selalu tersenyum dan menanggapi setiap hal yang menimpanya dengan pikiran yang positif kepada Allah,,, Subhanallah…

pelajaran berharga,, untuk mereka yang mau belajar…🙂

4 Comments

  1. nakjaDimande said,

    raya habis ketemu guru..
    guru, teman seperjalanan.. yang bisa memberimu banyak hikmah
    tentu saja, hanya bila raya mau belajar

    subhanallah, raya..

  2. wanti annurria said,

    iya bundo,,, insyaallah akan menjadi pelajaran yang sangat berharga buat raya… 🙂

  3. Sepatu Qu… « raya’s write said,

    […] kosong pula, walo kursi sudah terisi penuh (berdiri sebentarkan ga pa2 to… baca cerita raya di “Perjuangan Hidup” ) berdiri sebentar aja mah ga seberapa kan… daripada harus membahayakan diri sendiri, dan […]

  4. Business and Finance said,

    trima kasih, hidup ini memang butuh perjuangan dan tentunya kesabaran untuk menapaki jalan perjuangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: