Dampak Perang, Anak-Anak Gaza Ciptakan “Alfabet Baru”

February 3, 2009 at 3:25 pm (News, Palestina)

Perang brutal Israel yang dilancarkan ke Jalur Gaza selama 22 hari melekat kuat dalam ingatan anak-anak Gaza. Sedemikian melekatnya, sehingga anak-anak Gaza memaknai susunan abjad dalam alfabet dengan kata-kata yang berkaitan dengan peperangan yang baru saja mereka alami.

Shaimaa, seorang siswi sekolah dasar di Gaza berusia 10 tahun, tidak lagi menuliskan huruf A misalnya, untuk kata “Apple” atau huruf B untuk kata “Ball”. Shaimaa lebih memilik kata “Apache” (jenis helikopter tempur yang digunakan Israel saat menyerang Gaza) untuk huruf A, kata “Blood” (darah) untuk huruf B, kata Coffin (peti mati) untuk huruf C dan kata “Destruction” (kehancuran) untuk huruf D dan seterusnya.

Shaimaa menuliskan koleksi kata-kata semacam itu untuk semua alfabet dalam buku catatannya yang berwarna-warni. Shaimaa bahkan menyatakan, alfabet yang dibuatnya itu harus dipadukan ke dalam kurikulum sekolah karena lebih cocok digunakan untuk belajar sehari-sehari di sekolah.

Hampir semua anak-anak Gaza melakukan hal yang sama dengan Shaimaa. Mereka membuat membuat kata-kata dari susunan alfabet berdasarkan pengalaman mereka melihat dan merasakan sendiri kekejaman Israel dalam perang yang baru saja usai.

Seorang guru di Gaza bernama Amal Yunis mengakui banyak anak-anak tingkat taman kanak-kanak di kelasnya yang juga menggunakan kata-kata yang hampir sama dengan yang digunakan Shaimaa. Ia menceritakan pengalamannya ketika mengajar di dalam kelas, ia menempelkan gambar apel (Apple), bunga (Flower) dan kelinci (Rabbits) dengan warna-warna yang mencolok dengan maksud membuat anak-anak senang melihatnya. Amal lalu bertanya pada murid-muridnya,”Anak-anak, siapa yang tahu kata yang diawali dengan huruf ‘F’?

Seorang muridnya bernama Amgad menjawab,”Saya tahu, Bu. ‘F’ untuk ‘F-16’ (jenis pesawat tempur yang digunakan Israel).”

Yunis berusaha menjelaskan dan meyakinkan murid-muridnya bahwa jawaban yang benar adalah “Flower”. Tapi ia makin terkejut ketika siswa-siswi kecilnya malah memberikan kata-kata yang lain seperti “Fear” (takut), “Flee” (mengungsi) dan “Fire” (api, kebakaran).

Serangan keji Israel ke Gaza membuat anak-anak di Gaza kini akrab dengan bahasa-bahasa yang merefleksikan pengalaman mengerikan mereka selama perang berlangsung. Seorang ibu bernama Umi Faras mengatakan, anak-anaknya kini lebih banyak memperbincangkan tentang perang, pemboman dan kematian. Salah seorang anak lelaki Umi Faras yang masih berusia tiga tahun, sampai sekarang bahkan masih suka gemetar dan menjerit ketakutan jika mendengar suara-suara bising di luar rumah.

“Dia akan menangis dan berteriak, ‘ibu .. bom, bom’,” tutur Umi Faras.

Lain lagi dengan Alaa Al-Shawwa, seorang anak perempuan Gaza berusia 6 tahun. Ia tidak percaya dengan dongeng-dongeng yang diceritakan ibunya sebelum ia tidur. Ala selalu mengatakan pada orang tuanya, “Tidak Bu. Anak perempuan berbaju merah itu tidak dimakan oleh srigala. Tapi dia dibunuh oleh orang-orang Israel.

” Perilaku anak-anak di Gaza, seperti Shaimaa atau Al-Shawwa menunjukkan bahwa mereka mengalami masa-masa yang menakutkan dan penuh tekanan selama berminggu-minggu serangan brutal Israel. Trauma akibat perang telah merampas sifat anak-anak mereka.

“Mereka lupa apa itu damai, gembira dan lucu. Mereka cuma ingat tentang perang, darah dan kematian,” kata Fadl Abu Hayen, direktur Center for Social Rehabilitation and Crisis Management.

Itulah gambaran anak-anak di Gaza sekarang, mereka kehilangan masa kanak-kanak yang seharusnya bisa mereka nikmati dengan keriangan dan kehangatan. Sebuah studi yang dilakukan Universitas Queen, Kanada menyebutkan bahwa pola kekerasan yang dialami anak-anak Palestina mengakibatkan dampak psikologis yang sangat serius dan butuh waktu bertahun-tahun untuk memulihkannya.

(www.eramuslim.com)

2 Comments

  1. akbarindonesia said,

    astaghfirullah…
    semoga semangat keIslaman mereka diperkuat oleh Allah…

    tapi yang saya sedikit ragu,
    d taman kanak2 Palestina ada pembelajaran Bahasa Inggris???
    klo memang iy, mereka mendengar istilah F-16 darimana???
    kemungkinan tidak dari televisi, karena jaringan listrik terganggu selama perang…
    kemungkinan tidak dari warga, rasa takut terhadap serangan udara di bawah sadar mereka lebih memungkinkan mengucapkan “pesawat” daripada “F-16″…

    btw salam kenal…
    link lengkap plisss, biar ga ksulitan carinya….
    wasslmkm…

  2. wanti annurria said,

    salam kenal🙂
    link qu di https://rayyaa.wordpress.com

    iya siy memang sedikit terdengar berlebihan kalau seorang anak TK sudah mengerti jenis pesawat perang… mungkin denger lewat radio🙂

    tetapi yang jadi perhatian paling besar buat qu justru dampak traumatis pada diri anak2 palestine pasca serangan bangsa yahudi…
    masa kanak2 mereka telah direngut paksa oleh bangsa yahudi, tidak hanya orangtua, saudara, tempat tinggal, ataupun sekolah mereka…

    Semoga Allah selalu melindungi dan menjaga anak2 palestine dari kekejaman bangsa yahudi, amien…

    kalau pelajaran bahasa inggris bisa jadi memang sudah diterapkan disekolah2, karena sampai saat ini yang mungkin masih berdiri adalah sekolah2 milik PBB yang dilengkapi guru2 sukarelawan dari luar palestine, sehingga komunikasi yang biasa digunakan pun bhs inggris…

    makasih atas kunjungannya… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: