Nambah 1 lagi

January 28, 2009 at 5:10 pm (corat-coret)

Hari niy seperti biasa pulang kantor naik busway… Koridor 4 rute Pulogadung-Dukuh atas… karena posisi kantor di Gatsu, jadi untuk ke Sudirman-Dukuh atas harus nyambung mobil sekali lagi dulu. Setelah itu turun di depan Gd.Muamalat dan nyebrang lewat tangga penyebrangan ke Terminal Dukuh atas depan Gd. Indocement…

Sudah jadi pemandangan yang wajar kalau disepanjang jembatan penyebrangan dukuh atas bertebaran para peminta2 yang duduk2 di pojokkan atau disepanjang jembatan penyebrangan. Ada tiga peminta-minta yang selalu ngetem ditempat yang sama,,, seorang ibu2 paruh baya berbadan gemuk dengan penutup kepala yang duduk di tangga jembatan penyebrangan, sesampainya diatas kita disambut seorang ibu dengan anaknya yang baru belajar berjalan dipojok kanan, dan yang ketiga seorang Ibu dengan anaknya yang masih berusia beberapa bulan (krn terlihat masih diberi asi), mereka selalu terlihat duduk ditempat yang sama.

Masih ada beberapa lagi peminta2 musiman yang kadang ada-kadang tidak… seorang nenek, posisi duduknya selalu berpindah2 tergantung dibagian mana masih tersisa ruang untuknya… karena memang sering kali jembatan dukuh atas digunakan sebagai tempat berdagang, mulai dari vcd bajakkan (rumayan murah dan up to date loh…), novel, casing Hp, payung, mainan, dan berbagai jenis makanan… (kayanya memang sekarang ini jembatan penyebrangan sudah berubah fungsi,  tapi ga papa siy selama para pengguna jembatan penyebrangan tidak merasa terganggu)

Selain mereka diatas ada juga seorang bapak yang disaat menjalankan profesi meminta-mintanya  memanfaatkan karung dan sapu lidi sebagai alat bantu, duduk dengan posisi satu kaki dilipat bergerak maju dgn mengesot-ngesot sambil menyapu jembatan yang dilewati orang2  (terlihat dramatis memang…), tapi apa iya sedramatis kelihatannya?

Masih banyak para peminta2 musiman, seperti hari ini nambah satu orang lagi… seorang bapak  duduk dengan ditemani alat bantu jalan disebelahnya menunggu mereka yang berbelas kasihan…

Profesi peminta2 memang tampaknya semakin digandrungi setiap tahunnya, terlihat dari semakin bertambahnya jumah peminta2 dijalanan… terlebih lagi kalau bulan Ramadhan tiba,, entah kenapa angka kemiskinan seolah meningkat drastis di Jakarta, dimana-mana bertebaran para peminta-minta… memanfaatkan situasi kah?

bukannya “tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah”…  itu kan pepatah yang diajarkan kepada qita umat Muslim… saling membantu memanglah amat sangat baik… tetapi jika kita terus hidup dengan mengandalakan uluran tangan dari orang lain tanpa ada ikhtiar sebelumnya, apakah itu dibenarkan?

Situasi di negeri kita memang semakin hari semakin memperihatinkan… dari harga2 kebutuhan pokok yang semakin melambung tinggi, lapangan pekerjaan yang terus berkurang… alhasil jumlah rakyat miskin dan pengangguran semakin bertambah…

Lalu bagaimana seharusnya kita menyikapi keadaan ini,,, pastinya tidak akan selesai dengan cara mengeluh dan mengeluh… kecuali kita bersama2 bangun dari tidur panjang dan bangkit dari keterpurukkan… hilangkan rasa malas dan mental mudah menyerah,,, karena di dunia ini tidak ada yang instan, semua butuh usaha dan perjuangan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: